Sunday, August 5, 2012

Amalan Sunnah dan Anjuran di Bulan Ramadhan

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabrakatuh,
Di antara bentuk ibadah atau pekerjaan yg disunnahkan dalam berpuasa sebagaimana petunjuk dari dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg dpt kami sampaikan di halaman maya adl sbg berikut:


  1. Berbuka dgn menyegerakannyaDisunnahkan dalam berbuka puasa utk men-ta‘jil atau menyegerakan berbuka sebelum shalat Maghrib. Meski hanya dgn seteguk air atau sebutir kurma. لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الفِطْرَ حَسَا حَسَوات مِنْ مَاءٍ
    Dari Sahl bin Saad bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan berbuka.”(HR Bukhari 1957 & Muslim 1058)
    كَانَ رَسُولُ اللهِ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَات قَبْلَ أَنْ يُصَلِّي فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٍ فتَمَرَات، فَإِنْ لمَ تَكُنْ تَمَرَات فماء
    Dari Anas radhiyallahu ‘anhu Berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dgn ruthab (kurma muda) sebelum shalat. Bila tdk ada maka dgn kurma. Bila tdk ada maka dgn minum air. (HR Abu Daud, Hakim & Tirmizy)
  2. Berdoa ketika berbukaDisunnahkan membaca do‘a yg ma‘tsur dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berbuka puasa. Karena do‘a orang yg puasa & berbuka termasuk doa yg tdk tertolak. لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةٌ لاَ تُرَدُّ
    Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Bagi orang yg berpuasa ketika sedang berbuka ada doa yg tdk akan ditolak.. (HR Tirmidzy)
    Sedangkan teks doa yg diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam antara lain
    اللَّهُمَّ إِنيِّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَبِكَ آمَنْتُ
    Ya Allah, kpd Engkaulah aku berpuasa & dgn rizki dari-Mu aku berbuka”.
    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ َوثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ الله تعالى
    “Telah hilang haus & telah basah tenggorakan & telah pasti balasan Insya Allah.”
  3. Memberi makan orang berbukaMemberi makan saat berbuka bagi orang yg berpuasa sangat dianjurkan karena balasannya sangat besar sebesar pahala orang yg diberi makan itu tanpa dikurangi. Bahkan meski hanya mampu memberi sebutir kurma atau seteguk air putih saja. Tapi lbh utama bila dpt memberi makanan yg cuup & bisa mengenyangkan perutnya. Sabda Rasulullah SAW: مَنْ فَطَّرَ صَائِماً كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يُنْقَص مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْء
    Siapa yg memberi makan (saat berbuka) utk orang yg puasa, maka dia mendapat pahala seperti pahala orang yg diberi makannya itu tanpa dikurangi sedikitpun dari pahalanya. (HR At-Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban & Ibnu Khuzaemah).
  4. Makan sahur dgn mengakhirkannyaPara ulama telah sepakat tentang sunnahnya sahur utk puasa. Meski demikian, tanpa sahur pun puasa tetap boleh. تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فيِ السَّحُورِ بَرَكَة
    Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Makan sahurlah, karena pd sahur itu ada barakah”. (HR Bukhari 1923 & Muslim 1095).
    Dasarnya lainnya adl hadits berikut ini dgn sanad jayyid.
    Dari al-Miqdam bin Ma‘dikarb dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Hendaklah kamu makan sahur karena sahur itu makanan yg diberkati.(HR An-Nasa‘i: 4/146).
    Makan sahur itu menjadi barakah karena salah satunya berfungsi utk mempersiapkan tubuh yg tdk akan menerima makan & minum sehari penuh.
    Selain itu, meski secara langsung tdk berkaitan dgn penguatan tubuh, tetapi sahur itu tetap sunnah & mengandung keberkahan. Misalnya buat mereka yg terlambat bangun hingga mendekati waktu subuh. Tidak tersisa waktu kecuali beberapa menit saja. Maka tetap disunahkan sahur meski hanya dgn segelas air putih saja. Karena dalam sahur itu ada barakah.
    السَّحُورُ بَرَكَة فَلاَ تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةَ مَاءٍ فَإِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلىَ المتُسَحِّرِين
    Dari Abi Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu,“Sahur itu barakah maka jangan tinggalkan meski hanya dgn seteguk air. Sesungguhnya Allah & malaikat-Nya bershalawat kpd orang-orang yg sahur. (HR Ahmad: 3:12)
    Disunahkan utk mengakhirkan makan sahur hingga mendekati waktu shubuh.
    لاَ تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الفِطْرَ وَأَخَّرُوا السَّحُور
    Dari Abu Zar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu dgn riwayat marfu`, ”Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan buka puasa & mengakhirkan sahur.”(HR Ahmad: 1/547)
  5. MandiDisunnahkan utk mandi baik dari janabah, haidh atau nifas sebelum masuk waktu fajar. Agar berada dalam kondisi suci saat melakukan puasa & terlepas dari khilaf Abu Hurairah yg mengatakan bahwa orang yg berhadats besar tdk syah puasanya. مَنْ أَصْبَحَ جُنُباً فَلاَ صَوْمَ لَهُ
    Orang yg masuk waktu shubuh dalam keadaan junub, maka puasanya tdk sah (HR Bukhari)
    Meski demikian, menurut jumhur ulama apabila seseorang sedang mengalami junub & belum sempat mandi, padahal waktu subuh sudah masuk, maka puasanya syah. Namun hadits ini ditafsirkan bahwa yg dimaksud dgn junub adl seseorang meneruskan jima’ setelah masuk waktu shubuh.
    كَانَ النَّبِيُ يُصْبِحُ جُنُباً مِنْ جِمَاعٍ غَيْر احْتِلاَمٍ ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ
    Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk waktu subuh dalam keadaan junub karena jima‘ bukan karena mimpi, kemudian beliau mandi & berpuasa.(HR Muttafaq ‘alaihi)
  6. Menjaga lidah & anggota tubuhDisunnahkan utk meninggalkan semua perkataan kotor & keji serta perkataan yg membawa kpd kefasikan & kejahatan. Termasuk di dalamnya adl ghibah (bergunjing), namimah (mengadu domba), dusta & kebohongan. Meski tdk sampai membatalkan puasanya, namun pahalanya hilang di sisi Allah SWT. Sedangkan perbuatan itu sendiri hukumnya haram baik dalam bulan Ramadhan atau di luar Ramadhan. مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فيِ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابهُ
    Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yg tdk meninggalkan perkataan kotor & perbuatannya, maka Allah tdk butuh dia utk meninggalkan makan minumnya (puasanya). (HR Bukhari, Abu Daud, At-Tirmizy, An-Nasai, Ibnu Majah)
    Apabila kamu berpuasa, maka jangan berkata keji & kotor. Bila ada orang mencacinya atau memeranginya, maka hendaklah dia berkata, ”Sungguh aku sedang puasa.”
    إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْم أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُث وَلاَ يَصْخَب فَإِنَّ شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنيِّ صَائِمٌ
    Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kamu melakukan rafats & khashb pd saat berpuasa. Bila orang mencacinya atau memeranginya, maka hendaklah dia berkata, “Aku sedang puasa.” (HR Bukhari & Muslim)
    Namun menurut para ulama, mengatakan aku sedang puasa lbh tepat bila dilakukan bila saat itu sedang puasa Ramadhan yg hukumya wajib. Tetapi bila saat itu sedang puasa sunnah, maka tdk perlu mengatakan sedang puasa agar tdk menjadi riya‘. Karena itu cukup dia menahan diri & mengatakannya dalam hati.
  7. Meninggalkan nafsu & syahwatAda nafsu & syahawat tertentu yg tdk sampai membatalkan puasa, seperti menikmati wewangian, melihat sesuatu yg menyenangkan & halal, mendengarkan & meraba. Meski pd dasarnya tdk membatalkan puasa selama dalam koridor syar‘i, namun disunnahkan utk meninggalkannya. Seperti bercumbu antara suami isteri selama tdk keluar mani atau tdk melakukan hubungan seksual, sesungguhnya tdk membatalkan puasa. Tetapi sebaiknya hal itu ditinggalkan utk mendapatkan keutamaan puasa.
  8. Memperbanyak shadaqahTermasuk di antaranya adl memberi keluasan belanja pd keluarga, berbuat ihsan kpd famili & kerabat serta memperbanyak shadaqah. Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yg paling bagus dalam kebajikan. Dan menjadi paling baik saat bulan Ramadhan ketika Malaikat Jibril ‘asahissalam. mendatanginya. أَنَّهُكَانَ أَجْوَدُ النَّاسِ بِالخَيْر وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُوْن فيِ رَمَضَان حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيل
    Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yg sangat murah dgn sumbangan. Dan saat beliau paling bermurah adl di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. (HR Bukhari & Muslim)
    Adapun hikmah yg bisa di dpt dari perbuatan ini adl membesarkan hati kaum muslimin serta memberikan kegembiraan pd mereka sbg dorongan utk beribadah kpd Allah SWT.
  9. Menyibukkan diri dgn ilmu & tilawahDisunnahkan utk memperbanyak mendalami ilmu serta membaca Al-Quran, shalawat pd Nabi & zikir-zikir baik pd siang hari atau malam hari puasa, tergantung luangnya waktu utk melakukannya. Dasarnya adl hadits shahih berikut ini: كَانَ جِبْرِيل يَلْقى النَّبِيَّ فيِ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَان فَيُدَارِسُهُ القُرْآن
    Jibril as. mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pd tiap malam bulan Ramadhan & mengajarkannya Al-Qur’an.(HR Bukhari & Muslim)
  10. Beri‘tikafDisunnahkan utk beri‘tikaf terutama pd 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Salah satunya utk mendapatkan pahala lailatul qadar yg menurut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada pd malam-malam 10 terakhir bulan Ramadhan. قَالَتْ عَائِشَةُ  كَانَ النَّبِيُّ  إِذَا دَخَلَ العَشْرُ الأَوَاخِر أَحْيَا الليَّلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ الِمْئَزر
    Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, ”Bila telah memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadhan, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghidupkan malam, membangunkan keluarganya (isterinya) & meninggalkan isterinya (tidak berhubungan suami isteri).(HR Bukhari & Muslim)
    Juga disunnahkan utk membaca pd lailatul qadar doa berikut:
    Ya Allah, Sungguh Engkau mencintai maaf maka maafkanlah aku.
  11. Shalat Tarawih, Tahajjud & WitirSelain ibadah di atas, tentunya yg sangat penting & jangan sampai terlewat adl shalat tarawih, tahajjud, witir & lainnya. Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Penulis: Ahmad Sarwat, Lc

No comments: